Ini soal habits, karena sukses ada hubungannya dengan habits

Saya baru mulai melatih kembali otot membaca dan menulis saya. Jujur sebelumnya karena beralasan banyak kesibukan mengajar, saya berhenti membaca dan menulis.

Tema biasanya yang saya tulis sebelum sempat hiatus sekitar 3 bulan lebih adalah tentang motivasi, nasihat spiritual dan juga bisnis online. Dan setiap kali saya menulis, bisa dibilang sangat lancar. Apa yang ada dalam benak mengalir saja dalam tulisan.

Tapi sekarang?

Hiks, menulis postingan ini saja saya mikirnya lama sekali.

Apa yang harus saya ulas, apa yang harus saya bahas?

Bingung.

Allah kariim!

Itulah akibat ketidakkonsistenan. Insaf lagi dan semoga tidak berulang lagi.

Baiklah, saudaraku sekalian.

Sudah cukup kayaknya saya memaparkan alasan ya hehe.

Sebenarnya itu hanya usaha pembelaan yang klasik. Pada intinya, segala sesuatu hanya bisa dicapai dengan proses.

Anda ingin bisa menulis dan berbagi manfaat lewat karya tulis, harus melalui proses.

Ingin punya penghasilan bulanan 10 juta dari Facebook, harus melalui proses.

Ingin bisa dan mencapai apapun itu pasti dengan proses.

Lalu, apa itu proses?

Proses adalah kumpulan habits atau kata lainnya adalah kebiasaan-kebiasaan yang mengantarkan kita mencapai tujuan kita.

Jadi, jika kita ingin bisa menulis yang bagus dan keren, maka prosesnya adalah membiasakan diri menulis setiap hari.

Ingin sukses bisnis online di FB maka biasakan diri melakukan tahapannya setiap hari.

Tahukah Anda?

Bahwa 80% aktivitas kita dikendalikan oleh habits yang notabene dilakukan tanpa sadar lho.

20% adalah aktivitas dengan kesadaran.

Apapun itu.

Ketika makan, setiap orang punya cara masing-masing.

Makan telur mata sapi, ada yang makan pinggirnya dulu baru kuningnya. Atau sebaliknya. Itu dilakukan oleh habits.

Bahkan sampai cara kita memanage emosi pun demikian.

Ada yang langsung marah, nangis, sabar, panik dll. Semuanya adalah habits.

Dan untuk membentuk itu 20% kesadaran penuhlah muaranya.

20% ini akan mengarahkan kita ketika misalanya mau masuk WC sunnahnya duluan kaki kiri, kita lupa, dan masuk kaki kanan dulu. Akhirnya supaya terbiasa, kita keluar lagi dan mengulainginya dengan langkah kaki yang benar. Nah setelah terbiasa, itulah habits. Tanpa mikir, otomatis saja kalau masuk WC duluan kaki kiri.

Jadi intinya saya hanya memberi warning pada diri saya sendiri bahwa penting sekali agar sukses, kita harus punya habits yang mengantarkan kita sampai ke sana.

Saat ini saya berusaha membuat habits menulis dan membaca. Jadi mohon doanya ya. 🙂

Komentar Pakai FB

Leave a Reply